01 Januari 2008

Susah Buang Air Besar pada Bayi

Susah buang air besar (konstipasi) adalah gangguan yang kerap terjadi pada bayi. Gejalanya, selain sulit buang air besar, adalah tinja keras, nyeri di daerah anus, bahkan keluar darah segar akibat perlukaan anus.

Menurut definisi, konstipasi adalah kesulitan buang air besar selama dua minggu atau lebih. Tetapi, pada bayi yang mengkonsumsi susu formula, buang air besar yang keras 2 – 4 hari sekali sudah dianggap konstipasi. Lain halnya pada bayi yang mengkonsumsi ASI, walaupun buang air besarnya 2 – 5 hari sekali (asal konsistensi tinjanya lembek), tidak dianggap konstipasi.

Beberapa hal yang menjadi biang keladi sulit BAB pada bayi adalah :

  1. Asupan (intake) cairan kurang, sehingga timbul dehidrasi.
  2. Susu formula dengan kadar zat besi tinggi.
  3. Susu formula dengan kandungan lemak nabati misalnya kelapa sawit.
  4. Pembuatan susu formula terlalu pekat.
  5. Pola makan yang tidak seimbang, yaitu lebih banyak konsumsi lemak, karbohidrat, dan kurang makanan yang mengandung serat.
  6. Perubahan pola makan, seperti saat bayi diperkenalkan dengan makanan padat.

Untuk mencegah atau mengatasi sulit BAB pada bayi, beberapa langkah dapat ditempuh, antara lain :

  1. Bayi 0 – 6 bulan sebaiknya hanya diberikan ASI (ASI Eksklusif). ASI sangat jarang menyebabkan konstipasi, karena zat yang dikandung ASI lebih mudah dicerna. Selain itu bayi yang mendapatkan ASI mempunyai beberapa jenis bakteri di usus besarnya yang membantu mengurai protein susu yang sulit dicerna. Bayi yang mendapatkan ASI juga mempunyai kadar hormon motilin (hormon yang membantu pergerakan usus) lebih tinggi.
  2. Bagi bayi di atas 6 bulan, berikan sayur dan buah-buahan. Serat yang dikandung bahan tersebut membantu melunakkan dan memperlancar buang air besar. Makanan tersebut dapat disajikan dalam bentuk jus, seperti jus buah pear / apel (mengandung sorbitol), atau jus pepaya. Untuk sementara waktu, hindari pemberian pisang atau wortel.
  3. Jika bayi mendapat susu formula, periksa kembali takaran pengencerannya dan zat yang dikandungnya. Jika perlu ganti dengan susu merk lain yang lebih cocok.
  4. Pijat perut bayi dengan perlahan, boleh menggunakan baby oil. Pijatan dimulai dari pusat ke arah luar, dengan gerakan melingkar searah jarum jam.
  5. Baringkan bayi, kemudian gerakkan kakinya dengan gerakan mengayuh sepeda.
  6. Mandikan bayi dengan air hangat agar bayi lebih rileks sehingga tinja lebih mudah keluar.
  7. Bila bayi terlihat nyeri pada anus saat BAB, dapat diberikan Microlax atau vaselin di anus.

Jika bayi masih kesulitan buang air besar, silakan bawa ke pusat layanan kesehatan. Susah buang air besar yang lama bisa jadi gejala dari penyakit tertentu seperti Morbus Hirschsprung (kelumpuhan sebagian segmen usus), fibrosis kistik, atau hipotiroidisme.

Bacaan :

  1. Rianita (2007) : Sering Sembelit? [31 Des 07].
  2. Republika (2005) :  Bila Si Kecil Susah Buang Air Besar. [31 Des 07].
  3. NetDoctor (2005) : Baby Constipation. [31 Des 07].

 

5 Komentar:

fazilah mengatakan...

putri saya 27bln sush sekali BAB, 3-4 hr sekali itupun selalu keras sy sdh memberi buah dan serat memang tdk teratur ,apakah anak sy menggalami kelainan/ penyakit mengigat peruty jg membuncit kr2 sjk umur 1th.sy sdh memeriksakan k dr umum kty itu biasa pada bayi memgingat tdk aday keluhan pd anak selain BAB yg ssh td,kemanakah sy sebaiky memeriksakan anak? Dr mana yg baik sy kunjungi/langkah apa yg hrs sy lakukan, trim's atas sgl bantuany

WartaMedika mengatakan...

Kalo cara2 di atas tidak berhasil, silakan periksakan anak anda ke dokter anak.

Poppy Gusriharso mengatakan...

Ooo... berart bayi yang diberi ASI kalo masih 2 hari wajar ya... Alhamdulillah.. kalo gitu anakku ga apa apa

http://ipopscollection.blogspot.com

Anonim mengatakan...

anak saya usia 2 bulan, namun babnya terkadang 2 minggu sekali, padahal tinjanya tidak keras. dia minum ASI eksklusif. terkadang saya liat dia kesakitan karena susah bab. kira2 kenapa ya? terima kasih

Anonim mengatakan...

Baby saya baru diperkenalkan susu formula mulai awal bulan desember ini (baru sekitar 2 mingguan). Tetapi dia jadi agak jarang BAB nya, sekarang jadi lebih kental, warnanya hijau kekuningan, dan agak berbau. Waktu sy masih kasih ASI eksklusif selama 2 bln, BABnya normal (sehari bisa smp 5 kali) ; encer dan berwarna kuning terang dan tidak berbau tajam.

Tolong bantu sy, kira2 apakah itu termasuk konstipasi atau bukan? terima kasih.

Poskan Komentar

DISCLAIMER
Semua tulisan yang ada dalam situs WartaMedika.Com hanya sebagai informasi semata dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya. Semua informasi mengenai obat-obatan, terapi alternatif, suplemen makanan, dan lain-lain hendaknya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit. Jika anda mempunyai masalah medis atau butuh nasehat medis, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anda.
IKLAN

Awards

Detik.Com Awards

Statistik

Sepatah Kata

WartaMedika.Com adalah situs kesehatan yang dibuat karena adanya kesadaran bahwa salah satu hal penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah tersedianya informasi kesehatan yang memadai.

Tentang Penulis

About MePaisal. Seorang praktisi kesehatan yang mencoba menuangkan pikiran dalam tulisan ilmiah populer kesehatan. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Profil lengkap klik di sini.

Kebijakan Copy/Paste

Seluruh artikel di WartaMedika.Com dapat dicetak, diperbanyak, dimodifikasi dan didistribusikan secara bebas, dengan tetap mencantumkan sumber artikel (yaitu, WartaMedika.Com) dan URL lengkap artikel tersebut.

Partisipasi

Anda ingin turut serta dalam menyebarkan informasi kesehatan yang ada di WartaMedika.Com, silakan pasang link di bawah ini di website Anda.