Kata 'adrenalin' seringkali dikaitkan dengan sesuatu yang ekstrim: ketakutan, kedaruratan, histeria, dan lain sebagainya. Mengapa demikian? Simak uraian berikut.
Adrenalin termasuk salah satu dari sekian banyak hormon yang ada dalam tubuh. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar anak ginjal, yaitu kelenjar adrenal.
Dalam situasi tertentu, misalkan tubuh merasakan ada ancaman, adrenalin akan segera dilepaskan ke dalam darah. Sesaat setelah itu, hormon ini akan memicu berbagai macam reaksi untuk mempersiapkan tubuh menghadapi ancaman tersebut.
Beberapa reaksi tersebut adalah: mendorong jantung untuk bekerja lebih keras, meningkatkan tekanan darah, mengecilkan ukuran pembuluh darah di kulit dan saluran pencernaan sehingga darah lebih banyak mengalir ke otot dan otak, memperlebar saluran napas di paru-paru, meningkatkan jumlah glukosa dengan cara memobilisasi cadangan lemak, menekan kegiatan tubuh yang bersifat bukan darurat seperti proses pencernaan makanan, menekan sistem imunitas tubuh, dll. Semua reaksi ini bertujuan agar tubuh memiliki jumlah energi serta kekuatan yang besar dalam waktu singkat. Dengan demikian, tubuh dapat melakukan tindakan seperti melawan atau lari dari ancaman tersebut.

Paisal. Seorang
praktisi kesehatan yang mencoba menuangkan pikiran dalam tulisan ilmiah populer kesehatan. Semoga bermanfaat bagi para
pembaca sekalian. Profil lengkap
0 Komentar:
Poskan Komentar