13 Februari 2009

Bisul

Pernah kena bisul? Cukup nyeri kan? Ya, walaupun bisul bukan penyakit berbahaya, tapi cukup membuat penderitanya sengsara.

Gejala klinik bisul sangat bervariasi. Paling ringan hanya benjolan kecil berwarna merah. Sedangkan bentuk yang paling parah adalah benjolan ukuran cukup besar, warna merah mengkilat, kadang-kadang ada 'matanya', yang pada akhirnya akan mengeluarkan nanah dalam jumlah banyak. Gejala ini biasanya disertai nyeri pada daerah pembengkakan dan demam seluruh tubuh.

Sebagian orang ada yang beranggapan bahwa faktor makanan seperti banyak makan telur, yang menjadi biang pemicu timbulnya bisul. Sebagian lainnya menganggap bahwa bisul adalah pengeluaran darah kotor dari dalam tubuh. Anggapan ini tidaklah benar.

Bisul terjadi karena adanya infeksi kuman Staphylococcus aureus. Infeksi oleh kuman ini akan memicu timbulnya peradangan. Semakin parah infeksi, semakin hebat peradangan yang terjadi. Akibatnya gejala klinik yang timbul juga semakin parah.

Banyak faktor yang bisa memicu infeksi Staphylococcus aureus. Faktor kebersihan memegang peran penting, baik kebersihan lingkungan maupun kebersihan perseorangan (personal hygiene).

Faktor lain adalah penurunan daya tahan tubuh. Banyak hal yang bisa menyebabkannya. Beberapa diantaranya adalah kurang gizi, anemia, diabetes, penyakit keganasan (kanker), dan penyakit lainnya.

Biasanya, faktor-faktor pemicu tidak berdiri sendiri, namun berkombinasi satu sama lain. Misalnya, seseorang mempunyai daya tahan tubuh rendah, juga mempunyai gaya hidup yang kurang bersih, serta asupan gizinya kurang.

Bisul yang masih kecil sebaiknya langsung diobati. Jangan tunggu hingga 'matang', karena dapat menyebabkan timbulnya gejala klinik yang parah dan kerusakan jaringan yang menimbulkan bekas di kemudian hari. Bisul yang kecil dapat diobati dengan salep antibiotik.

Sedangkan bisul sudah terlanjur besar dan bernanah (terbentuk abses), dokter biasanya akan melakukan pengirisan (insisi) untuk mengeluarkan nanah tersebut. Dengan demikian, kulit akan sembuh sempurna. Jika bisul dipencet atau dibiarkan saja sehingga keluar nanah dengan sendirinya, dapat timbul kerusakan kulit dan saat penyembuhan meninggalkan bekas (jaringan parut).

Selain pengeluaran nanah, biasanya diperlukan juga pemberian obat antibiotik minum. Kadang-kadang juga diberikan obat antidemam atau antinyeri.

2 Komentar:

Anonim mengatakan...

thx yah.. gw lgi bisulan nih...

Anonim mengatakan...

thx banget yah....

Poskan Komentar

DISCLAIMER
Semua tulisan yang ada dalam situs WartaMedika.Com hanya sebagai informasi semata dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya. Semua informasi mengenai obat-obatan, terapi alternatif, suplemen makanan, dan lain-lain hendaknya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit. Jika anda mempunyai masalah medis atau butuh nasehat medis, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anda.
IKLAN

Awards

Detik.Com Awards

Statistik

Sepatah Kata

WartaMedika.Com adalah situs kesehatan yang dibuat karena adanya kesadaran bahwa salah satu hal penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah tersedianya informasi kesehatan yang memadai.

Tentang Penulis

About MePaisal. Seorang praktisi kesehatan yang mencoba menuangkan pikiran dalam tulisan ilmiah populer kesehatan. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Profil lengkap klik di sini.

Kebijakan Copy/Paste

Seluruh artikel di WartaMedika.Com dapat dicetak, diperbanyak, dimodifikasi dan didistribusikan secara bebas, dengan tetap mencantumkan sumber artikel (yaitu, WartaMedika.Com) dan URL lengkap artikel tersebut.

Partisipasi

Anda ingin turut serta dalam menyebarkan informasi kesehatan yang ada di WartaMedika.Com, silakan pasang link di bawah ini di website Anda.