09 Februari 2009

Masturbasi Meningkatkan Risiko Kanker Prostat

Masturbasi merupakan topik yang tak pernah habis di bahas. Bagi kelompok yang pro, mereka beranggapan bahwa masturbasi masih lebih baik ketimbang hubungan seks bebas atau seks diluar nikah. Selain mempertimbangkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan, juga risiko terkena penyakit kelamin. Terutama HIV/AIDS yang sedang naik daun.

Lain halnya dengan kelompok yang kontra. Masturbasi dianggap perbuatan yang tidak pantas, dapat menimbulkan berbagai gangguan misalnya kebutaan dan kelemahan otot, dan masih banyak efek negatif lainnya.

Pada tulisan ini, kami tidak akan membahas mana kelompok yang benar. Hanya ingin memaparkan sebuah hasil penelitian yang baru dirilis pada bulan Januari 2009 kemarin.

Penelitian tersebut dilakukan oleh sekelompok peneliti dari England's University of Nottingham. Subyek penelitian terdiri dari 840 pria. Setengah diantaranya menderita kanker prostat dan setengah lainnya normal.

Hasil penelitian sangat mengejutkan. Setidaknya ada tiga kesimpulan yang dapat ditarik. Pertama, sering bermasturbasi pada usia 20 – 30 tahun meningkatkan risiko terkena kanker prostat di usia tua. Kriteria sering bermasturbasi pada usia ini adalah dua kali sampai tujuh kali seminggu. Jika dibandingkan dengan mereka yang hanya bermasturbasi kurang dari satu kali sebulan, maka sekitar 20 orang yang sering melakukan masturbasi memiliki risiko 79% lebih tinggi untuk menderita kanker prostat di usia 60 tahun. Kedua, untuk usia 50an, masturbasi satu kali atau lebih seminggu malah menurunkan risiko terkena kanker prostat. Ketiga, hubungan seksual dengan pasangan tidak meningkatkan risiko terkena kanker prostat.

Penelitian ini tidak menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi. Tetapi para peneliti menduga ada peran hormon androgen dan hormon lain yang mempengaruhi jaringan prostat sehingga berubah perilakunya menjadi sel kanker.

2 komentar:

Anonymous mengatakan...

apa bedanya mastrubasi dengan berhubungan ama pasangan....
-mungkin karena mastrubasi tidak dengan pasangan maka kecenderungan eksploitasi daerah pubicnya jadi berlebihan untuk meningkatkan sensasi yang setara jika dilakukan dengan pasangan. sehingga kadang2 jadi menyebabkan efek negatif di daerah pubic...mungkin ya...-

WM mengatakan...

Jelas beda! Ada yang bisa membantu menjelaskan?

Poskan Komentar

Awards

Detik.Com Awards

Statistik

Sepatah Kata

WartaMedika.Com adalah situs kesehatan yang dibuat karena adanya kesadaran bahwa salah satu hal penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah tersedianya informasi kesehatan yang memadai.

Kebijakan Copy/Paste

Seluruh artikel di WartaMedika.Com dapat dicetak, diperbanyak, dimodifikasi dan didistribusikan secara bebas, dengan tetap mencantumkan sumber artikel (yaitu, WartaMedika.Com) dan URL lengkap artikel tersebut.

Partisipasi

Anda ingin turut serta dalam menyebarkan informasi kesehatan yang ada di WartaMedika.Com, silakan pasang link di bawah ini di website Anda.